Jembatan dari Konstruksi Bambu

Jembatan artistik sepanjang 32 meter yang keseluruhannya berbahan bambu, dibangun di lokasi Pulau Orangutan Haven, Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Mengapa bambu yang dipilih?

Komponen kimia pada bambu memang ada kemiripan dengan jenis kayu, sehingga kualitasnya tidak kalah, khususnya sebagai bahan dasar konstruksi. Pada bambu terdapat senyawa holoselulosa dan alfa selulosa yang merupakan serat kualitas tinggi dengan tingkat lestabilan yang tinggi juga.

Bambu merupakan anggota Famili Poaceae yang terdiri dari 70 genus. Di Indonesia, berdasarkan penelitian Silva Sembiring, Sarjana Pertanian Universitas Sumatera Utara, ada 12 jenis bambu yang mudah di temukan di sekitar kita. Di antaranya bambu betung, buluh kecil, juga lengka.

Berdasarkan penelitian dan uji laboratorium yang dilakukan Forum Teknik Kimia Sumatera, disebutkan bahwa selain bagus untuk rangka konstruksi bangunan, bagian bambu dan turunannya juga bermanfaat untuk kesehatan.

Gilbert Murrer, Koordinator Haven Yayasan Ekosistem Lestari – Sumatran Orangutan Conservation Programme (YEL-SOCP) mengatakan, alasan dipilihnya bambu adalah kekuatannya yang bisa diandalkan selain mudah didapat dan pastinya ramah lingkungan. Setidaknya, dibutuhkan sebanyak 1.500 batang untuk merampungkan jembatan bercorak Budaya Karo tersebut. “Jembatan ini membentang indah, membelah aliran sungai yang deras. Masyarakat yang tinggal di sekitar bisa menyeberang dari sini.”

Baca Juga :  Buruknya Pengawasan Konstruksi Bangunan dari PUPR

Gilbert menuturkan, jika dikalkulasikan, dana yang dihabiskan sekitar 100 ribu Dollar. Nilai ini lebih murah, dibanding menggunakan baja atau besi, atau kayu besar yang harus menebangi hutan. Menurutnya, semua konstruksi jembatan ini menggunakan bambu, termasuk atap, pagar samping kanan dan kiri, serta dasarnya. Untuk penyangga, jenis bambu betung yang dipilih karena terbukti kokoh.

“Kualitas bambu sama kuatnya dengan kayu, tangguh hingga 50 tahun. Kita membangun tanpa harus merusak alam. Bambu banyak manfaatnya. Kampanye menggunakan bambu, bisa menekan kerusakan hutan, yang merupakan habitatnya satwa liar termasuk orangutan. Jika permintaan tinggi, petani bambu akan meningkat ekonominya, apalagi masa tumbuh bambu cukup cepat,” terangnya baru-baru ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *