Atap adalah bagian paling atas dari suatu bangunan, yang melindungi gedung dan penghuninya secara fisik maupun metafisik. Permasalahan atap tergantung pada luasnya ruang yang harus dilin-dungi, bentuk dan konstruksi yang dipilih, dan lapisan penutupnya.116 Di daerah tropis atap merupakan salah satu bagian terpenting. Bentuk atau model konstruksi atap bermacam – macam sesuai dengan peradaban dan perkembangan teknologi serta sesuai dengan segi arsitekturnya.

Hubungan antara bentuk, struktur dan konstruksi atap
Menentukan konstruksi atap yang baik adalah tugas yang cukup rumit karena banyak faktor saling mempengaruhi: bentuk, struktur, konstruksi, maupun bahan bangunan. Pembentukan atap mengakibatkan per-soalan antara bentuk luar dan ruang atap yang diciptakan. Pada struktur dan konstruksi diadakan sistem rangka batang atau pelat maupun bahan bangunan yang dipilih sebagai konstruksi atau kuda-kuda (atau sebagai penutup atap) atap sehingga mempengaruhi kemiringan atap.
Penentuan konstruksi atap yang baik
Pola pikir (mental model atau check-list) berikut mempertimbangkan analisis (penyelidikan persoalan), konstruksi dan perwujudan persya-ratan, pelaksanaan dan sintesis (penilaian paduan penyelesaian) demi penentuan konstruksi atap yang baik.
  1. Konstruksi kuda-kuda tradisional
    Konstruksi kuda-kuda sering juga dinamakan konstruksi atap peran (gording) karena dalam pertentangan dengan konstaiksi atan kasan (usuk) konstruksi kuda-kuda menggunakan berbag; Lightshot Konstruksi atap peran adalah tepat untuk atap pelana dan atap peri-sai, baik yang simetris maupun yang tidak simetris.
  2. Konstruksi atap kasau (usuk)
    Atap kasau dan atap kasau balok bangsal merupakan konstruksi tan-pa kuda-kuda. Kemiringan atap hendaknya > 30°. Atap kasau adalah konstruksi sederhana yang sesuai sekali untuk rumah yang agak kecil (tidak lebar). Setiap kasau bersilang gunting bertindak sebagai kuda penopang yang memindahkan muatan langsung ke balok loteng. Kasau untuk atap kasau hendaknya < 5.0 m. Pada atap balok bangsal, jarak antara tirisan atap dan garis bubungan < 4.50 m dan < 2.50 m.

    Baca Juga :  Pengenalan Konstruksi Baja Stainless

  3. Konstruksi kuda-kuda gantung
    Konstruksi kuda-kuda gantung merupakan sistem atap yang menya lurkan semua beban ke dinding luar yang menerima beban (semua dinding yang membagi ruang dan yang tidak menerima beban dari atap dapat ditempatkan dan diubah menurut kebutuhan).
  4. Konstruksi papan badan miring
    Pada perhitungan momen lembam dan momen tahanan pada konstruksi badan papan miring (I web-beam, □ box-beam) bagian badan harus diabaikan. Tegangan pada bagian sayap dapat dianggap mera-ta.

Setiap jenis material penutup atap punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bisa memilihnya dengan mempertimbangkan penampilan, kepraktisan, bentuk, dan rencana desain. Ada beberapa jenis material atap yang saat ini banyak digunakan, yaitu sebagai berikut :

  1. Atap Sirap
    Penutup atap yang terbuat dari kepingan tipis kayu ulin (eusideroxylon zwageri) ini ketahanannya tergantung keadaan lingkungan, kualitas kayu yang digunakan, dan besarnya sudut atap. Penutup atap jenis ini bisa bertahan hingga 25 tahun atau lebih. Bentuknya yang unik cocok untuk rumah-rumah bergaya pedesaan yang menyatu dengan alam.
  2. Atap Genteng Tanah Liat Tradisional
    Material ini banyak dipergunakan untuk rumah. Gentang terbuat dari tanah liat yang dicetak dan dibakar. Kekuatannya cukup baik. Untuk memasang genteng tanah liat membutuhkan rangka. Genteng dipasang pada atap miring. Genteng menerapkan sistem pemasangan inter-locking atau saling mengunci dan mengikat.
  3. Atap Genteng Keramik
    Material genteng ini berbahan dasar tanah liat. Namun genteng ini telah mengalami proses finishing, jadi permukaannya sudah diglasur. Lapisan ini dapat diberi warna yang beragam untuk melindungi genteng dari lumut. Ketahanannya sekitar 20–50 tahun. Aplikasinya sangat cocok untuk hunian modern di perkotaan
  4. Atap Genteng Beton
    Bentuk dan ukurannya hampir sama dengan genteng tanah tradisional, hanya saja bahan dasarnya adalah campuran semen PC dan pasir kasar. Bagian luarnya diberi lapisan tipis yang berfungsi sebagai pewarna dan lapisan kedap air. Sebenarnya atap ini bisa bertahan lama, tetapi lapisan pelindungnya hanya akan bertahan antara 30 hingga 40 tahun.
  5. Atap Seng
    Atap ini terbuat dari lembaran baja tipis yang diberi lapisan seng secara elektrolisis yang tujuannya untuk membuatnya jadi tahan karat. Jadi, kata ‘seng’ berasal dari bahan pelapisnya. Jenis ini akan bertahan selama lapisan seng ini belum hilang. Jika sudah lewat masa itu, atap akan mulai berkarat dan bocor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *