Perencanaan pembangunan gedung bertingkat harus di fikirkan secara matang-matang karena menyangkut dana dengan jumlah yang sangat banyak. Berbagai hal harus di tinjau yang meliputi beberapa kriteria, seperti : strength, stiffness, serviceability. Konsep perancangan konstruksi di dasarkan pada analisis kekuatan batas ( ultimate-strength) yang mempunyai daktilitass yang cukup untuk menyerap energy gempa sesuai peraturan yang berlaku. Berbagai macam kombinasi pembebanan yang meliputi beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa di hitung dengan pemodelan struktur 3d.

Baca Juga : Mengapa Fabrikasi Struktur Baja 

Saat ini sudah banyak struktur bangunan yang memakai konstruksi baja. Selain prosesnya dapat di lakukan dengan cepat, dan dalam skala besar harganya juga lebih murah karena proses pengerjaanya sangat efektif. Namun dalam pengerjaanya membutuhkan tingkat keakuratan yang tinggi, sebab hubungan antara sambungan yang kebanyakan menggunakan baut, dimana jika lubangnya tidak tepat beberapa mili saja, maka bautnyapun tidak akan pas untuk dimasukan ke lubangnya. Walaupun perencanaan sudah benar-benar matang, namun yang terjadi di lapangan kerja tidaklah sesuai dengan yang di harapkan jadi kita harus benar-benar teliti dalam perencanaan dan proses penanganinya.

Di negara indonesia ini memiliki 3 struktur dalam penanganan konstruksi baja, yaitu :

1.    Sistem rangka pemikul momen biasa ( srpmb) atau ordinary moment resisting frame (omrf). Metode ini di gunakan untuk perhitungan struktur gedung yang masuk di zona gempa 1 dan 2 yaitu wilayah dengan tingkat gempa rendah. Acuan perhitungan yang digunakan ialah sni 03-2847-2002 pasal 3 sampai pasal 20.

2.    Sistem rangka pemikul momen menengah (srpmm) atau intermediate moment resisting frame (imrf) metode ini di gunakan untuk perhitungan struktur gedung yang masuk di zona gempa 3 dan 4 yaitu wilayah dengan tingkat gempa sedang. Pasal-pasal yang digunakan dalam sni 03-2847-2002 adalah pasal 3 sampai pasal 20, ditambah dengan pasal 23.2 sampai dengan 23.10.2.

3.    Sistem rangka pemikul momen khusus (srpmk) atau special moment resisting frame (smrf) metode ini digunakan untuk perhitungan struktur gedung yang masuk pada zona 5 dan 6 yaitu wilayah dengan tingkat gempaan tinggi atau diaplikasikan dalam perencanaan high rise building.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *