Robohnya Konstruksi Bangunan Light Rapid Transit (LRT)
Kejadian robohnya konstruksi bangunan Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Kayu Putih, Jakarta Timur. Membuat Wakil Gubernur Jakarta merasa Prihatin.

Keterlambatan penyelesaian proyek LRT tersebut, karena cuaca yang menyebabkan keterlambatan kerja. “Sedangkan target bulan Juli sudah harus beroperasi untuk Asian Games,” tambahnya.

“Mereka bilang akan kejar dengan shift tambahan, tambah orang dan kita sama – sama khawatir dengan keselamatan kerjanya. Target Juli harus realisasi Asian Games, Pak Satya bilang kalau mereka akan mengejar dengan shift yang ditambah orang dan kita sama-sama khawatir masalah keselamatan kerjanya,” kata Sandiaga.

Konstruksi bangunan antar span P28-P29 proyek Light Rail Transit (LRT) di Jalan Kayu Putih Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh pada dini hari tadi (22/1/2018). Kejadian itu berlangsung pukul 00.10 WIB saat para pekerja tengah memasang beton dan beberapa tiang penyangga.

Akibat kejadian tersebut, lima orang luka-luka sementara puluhan pekerja lainnya yang tengah bekerja di sekitar lokasi kejadian berhenti. Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang diterima Tirto, lima korban tersebut dirujuk ke rumah sakit Columbia Asia.

Korban yang menderita luka ringan antara lain Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal saat ini belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan.

Rois menerangkan, sekitar pukul 00.20 WIB, dirinya sedang membereskan barang dan memasang not spider beem pada segmen 6-7. Saat konstruksi bangunan roboh dirinya sempat melompat ke jalan raya mengindari material-material bangunan yang ambruk. Ia lalu dibawa ke rumah sakit Columbia  dengan seorang Sopir bernama ahmad menggunakan sepeda motor.
Hal serupa juga dialami Abdul Mupit di waktu yang hampir bersamaan. Ia menceritakan, ketika konstruksi bangunan retak, dirinya berada tengah berada di segmen 3 konstruksi bangunan. “Pada saat spam roboh, saya menghindari timpahan puing dengan loncat ke jalan raya,” ucapnya.

Nantinya, koridor itu akan memiliki 6 stasiun pemberhentian, antara lain Stasiun depot di Jalan Pegangsaan Dua Kelapa Gading, stasiun Mal Kelapa Gading, stasiun Kelapa Gading Boulevard, stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda hingga Stasiun Velodrome di arena balap sepeda Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *